Showing posts with label dia. Show all posts
Showing posts with label dia. Show all posts

Friday, October 19, 2012

Getar Biasa



Kali ini ada yang berbeda
rasa yang berbeda
tak ada lagi getar itu
tak ada lagi “deg-deg an” saat menemuimu
semua telah biasa

Kembali seperti semula
seperti saat pertama berjumpa
tanpa getar, tanpa rasa

Luar biasa
pesonamu tak sirna
Hanya hatiku yang tak lagi memiliki rasa
biasa, seolah tak pernah ada

Harus kuakui ada rasa yang lain
pada dia yang bukan engkau
pada dia yang diam-diam membuatku jatuh
aku tak tau samakah rasa ini dengannya
hanya saja ia berhasil menggeser posisimu

Tidak, tidak, ia bukan pemain cadangan yang ditugaskan untuk menggantikan posisimu
Ia pemain baru yang sudah lama ku kenal
dengan pesona dan kemampuan yang berbeda denganmu

Getar yang dulu kusimpan untukmu
Biarlah kini ia menjadi milik yang lain
Toh, kau juga sudah menetapkan keputusan
pada siapa getarmu kau berikan
bukan untuk ku

Getar itu, sudah biasa
J

Wednesday, August 8, 2012

Dia – Part 1


Entah mengapa, semenjak pertemuan yang tak direncanakan kita malam ini, aku gelisah. Sepulangku ke kos, berusaha ku pejamkan mataku. Tak bisa. Ada rasa tak tenang di hati ini. Kunyalakan laptop, tancapkan modem, berselancar di dunia maya, tetap tak tenangkan otakku. Kembali berbaring, ku tatap langit-langit kamarku yang sepi. Sekonyong-konyong bayanganmu melintas. Kembali ku pejamkan mataku, berharap tidur membuatku tak lagi mengingat dirimu. Tapi justru semakin parah. Bayanganmu justru semakin sering berkelebat. Ahhh...kesalllll. Ku buka mataku. Teringat kembali semua kenangan yang pernah tercipta di antara kita. Kenangan yang mungkin hanya aku yang mengingatnya. Awal perkenalan kita kembali membayang.
          Kau ingat saat awal perkenalan kita dulu?? Saat aku masih menjadi seorang gadis polos, datang ke universitas ini bersama ibu dan seorang kenalanku untuk daftar ulang. Kau tiba-tiba datang, menebak jurusanku, dan memberikan leaflet hmj mu. Aku heran waktu itu, kenapa kau hanya memberikannya padaku, tapi kenalanku tidak?? Ah sudah, mungkin kebetulan saja tebakanmu benar. Tiba-tiba tanpa ku tanya kau langsung menjelaskan tentang organisasimu, menuliskan nama dan nomor hp mu di leaflet.
          Di rumah, ku tatap saja leaflet yang kau berikan padaku. Ku ketik nama dan no hp yang tertulis di situ ke dalam contact hp ku. Lalu ku hapus lagi. Tak penting, pikirku. Toh aku juga ga mau ikut-ikut organisasi apapun