Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, June 26, 2013

Goresan Rindu




Hujan ini, meninggalkan jejak berbau basah
Tetes – tetes air menyapa dinding – dinding kaca berwarna kelam
Ku titipkan rinduku pada daun – daun yang basah oleh embun
Karena angin begitu enggannya untuk menyampaikannya padamu

Ada hati yang hampa ditinggal kenangan
Menanti diisi oleh sang waktu
Bahagia terasa begitu dekat dengan kepedihan
Hingga tunas bunga pun tak peka membedakannya

Kau ciptakan pelangi di ujung bumi
Dan kau biarkan mentari bertahta di singgasananya
Goresan rindu ini, seabadi kuncup yang dicumbu waktu

*teruntuk 28 Juni, semoga kau bahagia selalu, dengan pilihan Tuhan untukmu J

Thursday, April 18, 2013

Puisi Hati



Teruntuk seseorang yang pernah menggelayut di dinding hati
Terima kasih telah datang dalam hati dan kehidupanku
Tak pernah ada sesal untuk itu
Mungkin memang engkau yang dikirimkan Tuhan
Untuk memberi pelajaran dan mengujiku
Tentang kesabaran, kekuatan sebuah rasa, dan keikhlasan
Entah engkau atau siapa pun nanti yang menjadi pendampingku
Aku yakin dia yang terbaik yang dikirimkanNya untukku
Untuk melengkapi kekurangan-kekuranganku
Sebagai imam di atas hamparan sajadah
Dalam setiap tunduk sujudku padaNya

Friday, September 7, 2012

Rindu 450 Kilometer


Dear cinta
Apa kabar kamu?? Baik-baik kan disana??
Maaf ya cinta, aku terlalu sibuk hingga aku lupa untuk rutin menulis surat untukmu
Kau tak marah kan??

Oya, sudahkah kau makan teratur hari ini??
Jangan lupa juga untuk slalu menutupi tubuhmu dengan pakaian hangat yang kuberikan ya
Aku tak mau udara Bandung yang dingin menyakitimu
Tetap jaga kesehatan ya

Cinta
Taukah kamu berapa banyak rindu yang kusimpan untukmu??
Berapa banyak kata-kata indah yang ingin kuucapkan kepadamu??
Sayangnya tak akan cukup jika kutuliskan dalam lembar suratku untukmu ini

Cintaku
Taukah kau, seringkali terbersit keraguan di hatiku
Akankah jarak ratusan kilometer di antara kita masih mampu membungkus rasa??
Masih mampukah kita menjaga hati masing-masing dari segala godaan yang datang??
Masih mampukah kita menjaga detik demi detik waktu yang kita lewati dengan perasaan yang sama??
Masih tetapkah aku menjadi ukiran nama di hatimu ketika kau kembali ke sisiku??

Cintaku
Aku menunggumu
Tak peduli berapa ribu lagi detik yang harus aku hitung
Aku tetap menunggumu

Mungkinkah kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan ku peluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku

(Mungkinkah – Stinky)
Solo – Bandung 2012

Wednesday, September 5, 2012

Untuk Sebuah Nama


Untuk sebuah nama
kutitipkan rinduku padamu
kuharapkan sebuah doa atas namamu
kutunggu kehadiranmu
walaupun tak pula kau kunjung muncul memperlihatkan rupamu

Untuk sebuah nama
Kuhitung detik demi detik waktu yang ku lalui
hingga aku terlupa
siapa diriku

Untuk sebuah nama
sebuah senyum selalu kusiapkan
hingga engkau datang mengusir kehampaan yang setia menemaniku

Untuk sebuah nama
aku menunggumu...

Wednesday, July 25, 2012

Rindu yang Tersekat


Ada rindu yang tersekat
melewati lorong waktu
mencari sisa-sisa harap
tapi bukan untukmu

semilir angin membawa kesejukan
hadirkan pelangi baru di hadapku
yang menunggu menjadi asa yang akan kusentuh