Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

Saturday, August 18, 2012

Ramadhan yang Pergi


Ada yang berbeda di adzan maghrib sore ini
Ada tambahan ayat-ayat Qur’an yang tak asing di telingaku
Meskipun tak kudengar setiap hari

Oh, suara takbir, batinku.
Aku terhenyak
Secepat itu kah?? pekikku

Kutatap kalender di dinding
iya besok tanggal merah
tapi tak kusangka itu Idul Fitri

Baju dan kerudung baru telah kusiapkan
untuk kupakai di lebaran esok hari
tapi hatiku??
Hatiku masih mencoba menjadi yang baru
Membebaskan dari segala luka dan amarah
juga dendam dan rasa bersalah

Bahagia menghampiri
ketika hati berhasil membebaskan diri
dari belenggu-belenggu duniawi
Tuhan, aku berserah diri
Semoga Kau ijinkan aku bertemu RamadhanMu esok hari
lagi...

Sunday, July 22, 2012

Fenomena Ramadhan


Fenomena Ramadhan selalu menggelitik untuk diamati. Bulan yang penuh berkah ini membuat umat Islam di seluruh belahan dunia ramai-ramai berlomba untuk mengerjakan amal kebaikan. Tak terkecuali dengan salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Indonesia. Masjid-masjid penuh dengan orang-orang yang sholat dan mengaji, kotak amal penuh berisi uang, Penjual takjil (makanan buat buka) dimana-mana. Begitu mendamaikan hati.
Tetapi fenomena ini hanya terjadi saat awal ramadhan saja (kecuali penjual takjil). Memasuki pertengahan ramadhan masjid-masjid mulai sepi ditinggalkan jamaahnya, suara lantunan ayat suci Al Qur’an mulai jarang, sepi pembaca. Apalagi di kota tempat tinggal saya, Madiun, ada pasar murah yang muncul tiap 2 minggu terakhir di bulan Ramadhan. Ini makin menyita perhatian masyarakat. Masyarakat lebih memilih berbelanja keperluan lebaran di pasar murah. Mereka lupa masih ada amalan yang lebih penting untuk dikerjakan di bulan Ramadhan. Ini menyedihkan.
Tak hanya itu, masyarakat mulai kembali ke kebiasaannya sebelum memasuki bulan suci ini. Yah, mungkin inilah yang disebut tantangan terbesar bulan Ramadhan. Menjaga tingkat keimanan dan ketakwaan kita sampai akhir Ramadhan bahkan seterusnya. Mengisi masjid dengan jamaah yang berbondong-bondong sholat berjamaah dan selanjutnya melantunkan ayat-ayatnya yang menenangkan.

Saturday, July 21, 2012

Ramadhan, Melatih Sabar


Bener-bener kesel. Itu yang mungkin terasa saat kembali membuka aku sosmed. Entah kenapa ada rasa tak dihargai ketika saya membuka alamat sosmed anda. Ya salah saya juga sih kenapa hari ini saya pengen kepo in anda, dan mengikuti keinginan saya. Dan seketika, ahhhh.....tiba-tiba rasa marah ini membuncah.
Seharusnya kan saya sadar, ga ada gunanya juga kepo in anda. Toh anda juga ga pernah peduli sama saya. Trus ngapain saya begitu. Ah...bodohnya...bodohnya...Akibat kesalahan saya ini, entah kenapa juga rasa hormat yang selama ini begitu saya jaga, seakan ikut pergi dimakan kemarahan saya. Dan seketika saya pengen meng unfol dan remove anda. Biar kita cukup ketemu di dunia nyata saja, yang jarang, dan ga usah lagi ketemu di dunia maya. Setidaknya itu bisa mengurangi kekesalan saya.
Tapi untung Allah begitu baik. Dia mengingatkan saya melalui bisikan hati. “Ingat nin, ini bulan ramadhan. Mungkin ini cobaan untuk berlatih sabar”. Ya, mungkin ini pemberian Allah atas doa saya yang meminta kesabaran. Dikasihnya dengan cara seperti ini.
Sekali lagi ini RAMADHAN. Tidak hanya menahan makan, minum, hawa nafsu, tapi juga emosi. Musuh terbesar yang susah dikendalikan. Wassalam.