Friday, September 7, 2012

Rindu 450 Kilometer


Dear cinta
Apa kabar kamu?? Baik-baik kan disana??
Maaf ya cinta, aku terlalu sibuk hingga aku lupa untuk rutin menulis surat untukmu
Kau tak marah kan??

Oya, sudahkah kau makan teratur hari ini??
Jangan lupa juga untuk slalu menutupi tubuhmu dengan pakaian hangat yang kuberikan ya
Aku tak mau udara Bandung yang dingin menyakitimu
Tetap jaga kesehatan ya

Cinta
Taukah kamu berapa banyak rindu yang kusimpan untukmu??
Berapa banyak kata-kata indah yang ingin kuucapkan kepadamu??
Sayangnya tak akan cukup jika kutuliskan dalam lembar suratku untukmu ini

Cintaku
Taukah kau, seringkali terbersit keraguan di hatiku
Akankah jarak ratusan kilometer di antara kita masih mampu membungkus rasa??
Masih mampukah kita menjaga hati masing-masing dari segala godaan yang datang??
Masih mampukah kita menjaga detik demi detik waktu yang kita lewati dengan perasaan yang sama??
Masih tetapkah aku menjadi ukiran nama di hatimu ketika kau kembali ke sisiku??

Cintaku
Aku menunggumu
Tak peduli berapa ribu lagi detik yang harus aku hitung
Aku tetap menunggumu

Mungkinkah kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan ku peluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku

(Mungkinkah – Stinky)
Solo – Bandung 2012

Wednesday, September 5, 2012

Untuk Sebuah Nama


Untuk sebuah nama
kutitipkan rinduku padamu
kuharapkan sebuah doa atas namamu
kutunggu kehadiranmu
walaupun tak pula kau kunjung muncul memperlihatkan rupamu

Untuk sebuah nama
Kuhitung detik demi detik waktu yang ku lalui
hingga aku terlupa
siapa diriku

Untuk sebuah nama
sebuah senyum selalu kusiapkan
hingga engkau datang mengusir kehampaan yang setia menemaniku

Untuk sebuah nama
aku menunggumu...

My Shinestar


Pada akhirnya cinta membungkus rasa. Kuucapkan janji pada diriku sendiri untuk menjagamu dan mendampingimu kapanpun dan bagaimanapun kondisinya. Hey, memangnya siapa aku?? Oh maaf, aku lupa jika aku bukan siapa-siapamu. Aku hanya seseorang yang menyukaimu. Mungkin kau pun tak melihat aku. Tapi aku tetap ingin menjagamu, dengan caraku.
Beribu kali ucapan mereka di sekitarku yang menjelekkanmu, tapi apa peduliku. Bagiku kamu tetap kamu yang mempesonaku.
Apapun yang kau lakukan, baik dan buruk bagiku tetap indah
Tak satupun alasan untuk meninggalkanmu, melupakanmu
Seringkali kau terjatuh. Seringkali pula aku ikut menangis mengiringi jatuhnya buliran-buliran air dari matamu. Maaf jika aku hanya bisa melihatmu dan mendoakan semoga kau baik-baik saja.
Aku slalu Berdiri mendukungmu
Dikala engkau terbang
Dikala engkau jatuh
Sampai mati Ku kan tetap setia
Aku memang bukan siapa-siapamu. Bukan pemilik hatimu, bukan seseorang yang punya arti di hidupmu. Aku hanyalah aku, yang berusaha menjaga hatiku untukmu.

Untuk kamu, yang pernah menjadi bintang hidupku...

#30HariLagukuBercerita
Terinspirasi dari lagu Bintang Hidupku-Ipang

Sunday, September 2, 2012

Rindu di antara Gedung Bertingkat


Hari ini aku berdiri disini, di sudut kota ini. Menikmati malam-malam yang sepi. 30 hari ke depan akan kuhabiskan waktuku untuk magang di kota ini. Ya, Jakarta. Untuk pertama kalinya aku ada di ibu kota ini dan dalam waktu yang lama.
          Aku berdiri di lantai 2 kosku yang terletak di sebuah sudut kumuh di kawasan Jakarta Pusat. Kanan kiri dan depan hanya gedung bertingkat yang kulihat. Ah begitu membosankan. Tiba-tiba kau hadir lagi dalam pikiranku. Terlintas pertemuan terakhir kita sebelum aku berangkat ke kota ini. Wajahmu, senyummu, kata-katamu, suaramu di telefon, ah semuanya begitu menggodaku untuk mengingatmu. Tanpa sadar terucap kalimat-kalimat dengan sedikit nada keluar dari mulutku. Oh sebuah lagu ternyata.
Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
          Seketika malamku menjadi indah, hanya dengan merindumu. Ah aku memang tak pernah sanggup menyampaikan rinduku padamu walau hanya sekedar kata. Aku hanya mampu bernyanyi dan berharap malam akan menyampaikan lagu ini untukmu. Dan aku akan menghabiskan hari-hariku di sudut ibu kota ini dengan merindukanmu.
#30HariLagukuBercerita