Thursday, April 18, 2013

Puisi Hati



Teruntuk seseorang yang pernah menggelayut di dinding hati
Terima kasih telah datang dalam hati dan kehidupanku
Tak pernah ada sesal untuk itu
Mungkin memang engkau yang dikirimkan Tuhan
Untuk memberi pelajaran dan mengujiku
Tentang kesabaran, kekuatan sebuah rasa, dan keikhlasan
Entah engkau atau siapa pun nanti yang menjadi pendampingku
Aku yakin dia yang terbaik yang dikirimkanNya untukku
Untuk melengkapi kekurangan-kekuranganku
Sebagai imam di atas hamparan sajadah
Dalam setiap tunduk sujudku padaNya

Monday, April 1, 2013

Masih Adakah Maaf Tersisa



Ya Allah, bolehkah aku menyerah sekarang??
Rasa-rasanya semakin berat
Semakin aku mencoba melangkah, semakin payah aku berjalan
aku tak yakin sisa daya yang kupunya

Ingin berhenti, tak ingin menapaki lagi
cukup sampai disini

Rasa-rasanya cukup banyak pikir dan tenaga terbuang
tapi tak terlihat kondisi berkembang
stagnan, tak ada laju sedikit pun
seakan memang tak ada ujung

Ya Allah
ingin sekali aku menangis
berteriak lantang kepada mereka
“masih adakah sedikit kepedulian kalian terhadap milik kita ini??”
“masih adakah sedikit rasa kalian mereka terhadap kami yang masih berusaha bertahan disini??”
dan aku akan berteriak pada diriku sendiri
“berapa banyak sisa tenaga yang masih kau punya sekarang??”
“berapa lama kau akan sanggup melewati jalan ini dengan luka di sekujur tubuhmu??”

Maaf Tuhan
jika aku memendam kekecewaan terhadap orang-orang ini
terhadap dia, dia, dan masih banyak dia yang lain
terlebih terhadap diriku sendiri
Rasa-rasanya kecewa terhadap dirikulah yang paling besar
ketidakmampuanku menghadapi ini demua
ketidakmampuanku bangkit dari ketidakmampuan itu

Tuhan
masih sanggupkah Kau memaafkanku??
masih sanggupkah Kau memberiku maaf jika aku menyerah sekarang??
masih adakah kata maaf tersisa??

Solo – 20 Okt 2012

Ceritaku



            Entah kenapa akhir-akhir ini sering pusing (dalam arti sebenarnya), sering galau, marah, dan kesel sendiri. Tiap hal kecil yang ga sesuai, amarah udah bisa bikin emosi. Hmmm...memang akhir-akhir ini banyak masalah. Efeknya selain hal-hal diatas, makan jadi ga enak, insomnia tambah parah, dan kalau bisa tidur pun selalu ga nyenyak. Dan saya jadi sering galak ke orang. Sebenarnya saya heran, sejak kapan saya menjadi orang yang begitu peduli terhadap permasalahan-permasalahan yang saya hadapi. Menjadi orang yang begitu serius dan kaku. Padahal dulu saya tipe orang yang sangat cuek terhadap masalah. Tipe orang yang santai, meskipun saya juga bukan tipe orang yang tidak peduli kepada orang lain. Saya selalu membiarkan permasalahan saya sampe selesai sendiri dan berlalu. Mungkin benar kata orang, semakin dewasa kita akan semakin tahu cara menghadapi sesuatu yang terjadi di sekitar kita.
            Tapi saya rindu kepada kepribadian saya yang dulu. Rindu banget. Menjadi orang yang santai dan periang, serta orang yang cerewet dimana-mana. Kalau soal galak sih sebenarnya saya emang galak dari dulu (bawaan orok). Sekarang saya malah terkesan menjadi orang yang serius, kaku, dan njlimet jalan pikirannya. Menjadi orang yang kebanyakan berpikir. Dan akhirnya itu mempengaruhi raut muka saya karena tampilan senyum saya yang manis menjadi berkurang. Bahkan saya suka kesel sama diri saya sendiri yang begitu.
            Hmmm...jika diingat-ingat sejak kapan saya menjadi begini, itu dimulai sejak saya aktif berkarir di organisasi kampus. Awalnya ikut dulu saya cuma iseng, tapi lama-lama karena pengen belajar dan nyari temen yang banyak, saya justru terjebak terlalu dalam pada organisasi-organisasi itu. Dan kebetulan 2 organisasi-organisasi itu merupakan organisasi yang serius (menurut saya), banyak ditempa permasalahan-permasalahan, karena memang yang dilatih soft skillnya selain hard skillnya. Entah bagaimana caranya dan potensi apa yang para senior lihat dari saya, pada akhirnya saya menduduki posisi-posisi penting di organisasi-organisasi itu (padahal saya sendiri ga yakin sama kemampuan saya, tapi ya sudahlah).
            Hari demi hari saya lalui sebagai makhluk organisasi. Semakin lama semakin banyak dan berat permasalahan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Menuntut saya, sebagai salah satu pengurus organisasi, untuk selalu berpikir mencari solusi pemecahan setiap permasalahan yang kami hadapi. Dan kebiasaan berpikir ini pada akhirnya menyebabkan saya selalu serius menghadapi segala hal. Seperti sekarang, ketika permasalahan organisasi datang silih berganti dan tak putus seperti rel kereta api, saya tiap hari menjadi galau, bingung, pusing, hilang semangat, dan yang palin parah adalah insomnia saya semakin akut. Ketika yang lain sudah asik mengelana dalam dunia mimpinya, saya masih galau di depan laptop memikirkan solusi masalah tersebut.
            Ya, dalam istilah gaulnya saya berubah menjadi kelelawar malam. Tapi masih mending kelelawar, siangnya masih bisa tidur dengan tenang. Lha saya?? masih tetap harus beraktivitas sembari tetap memikirkan solusi masalah tersebut. Hmmm, berat memang hidup ini. Tapi ya gimana lagi, hidup dan segudang permasalahannya memang harus tetap dijalani. Semoga saya segera kembali ke kepribadian saya yang menyenangkan seperti dulu, kepribadian yang saya sukai. Dan semoga malam (eh pagi) ini saya bisa tidur dengan nyeyak, karena besok pagi-pagi saya harus cus ke kampus buat KRS an lalu bersih-bersih kos baru lagi.
            Baiklah, karena jam sudah menunjukkan pukul 2.39 dan sejam lagi harus bangun buat sahur, saya akhiri dulu ketik-ketiknya. Daaa

*tulisan Agustus 2012

Saturday, March 30, 2013

Langit yang tak sama




  Mungkin malam nanti kita tak lagi menikmati langit yang sama, langit kota kita. Mungkin kau akan kembali ke Bandung, kota tempatmu mencari nafkah. Sudah puas kah kau menikmati perubahan kota kita?? Mungkin saja belum, karena yang aku tau kau sangat menyayangi kota kita ini. Tak ada pesan atau kata apapun yang ingin kusampaikan, selain hati-hati kembali ke kota rantaumu. Dan sering-seringlah kembali ke kota kita ya. Kota ini terasa lebih sejuk dengan kehadiranmu, bagiku J
          Hmm...tiba-tiba saja aku merasa sangat rindu padamu. Rindu yang semakin berkobar sejak semalam. Rasanya aku ingin melihatmu, melihat wajah dan segala perubahanmu setelah hampir 5 tahun aku tak pernah melihatmu. Mungkin kali ini, Allah baru mengijinkan kita menikmati langit kota yang sama, tapi belum mengijinkan kita bertemu. Setidaknya aku bahagia. Tak apa, aku yakin suatu saat nanti takdir akan mempertemukan kita, dengan caraNya yang indah J
          Oya, trimakasih yaa kamu mau mendoakanku agar cepat lulus. Aku janji akan segera menyelesaikan amanah itu. Agar nanti ketika kamu bertanya, akan kujawab dengan bangga “aku sudah selesai”. Dan semoga lancar semua proyek-proyekmu. Kelak, insyaAllah aku akan menyusulmu di kota itu. Aku akan berusaha. Semangat !!!!!
          Hmm... mungkin setelah ini aku akan kembali menikmati rindu padamu, ditemani serpihan jarak. Lalu dengan sabar menunggu namamu muncul dan berkedip-kedip di layar laptopku sambil perlahan-lahan mengetik baris kalimat dalam skripsiku. Itu menyenangkan J
          Ahh ini masih pagi, seharusnya kau berjalan-jalan menikmati kota kita. Maaf aku mengganggu waktumu. Kelak, dimanapun kau dan aku berada, meskipun langit yang kita tatap berbeda, tapi doaku akan selalu menyertaimu...

Wednesday, March 27, 2013

Your Heart, Your Beauty



Setiap wanita di dunia pasti ingin menjadi cantik. Minimal mendapat pujian cantik dari orang lain. Ya, kata cantik sangat identik dengan wanita. Mengapa cantik sangat penting bagi seorang wanita?? Dengan cantik, seorang wanita akan merasa lebih percaya diri. Ia akan merasa lebih menghargai dirinya sendiri. Oleh karena itu, berbagai usaha dilakukan oleh wanita agar terlihat cantik. Mulai dari melakukan perawatan wajah dan tubuh, memakai berbagai jenis make up, bahkan yang paling ekstrim, melakukan operasi plastik untuk mendapatkan tampilan wajah yang sempurna. Bersyukurlah setiap wanita yang terlahir cantik, karena tidak perlu repot-repot merubah wajahnya agar telihat cantik J.
            Apa arti cantik yang sebenarnya?? Banyak orang yang mendefinisikan cantik dengan pandangan yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan seorang wanita disebut cantik jika ia memiliki wajah yang mulus, kulit yang putih, tubuh tinggi langsing, dan rambut hitam panjang yang lebat (ini sih cantik menurut Iklan di Indonesia). Sementara di belahan bumi lain mendefinisikan cantik dengan kulit hitam, bibir tebal, leher panjang, telinga panjang, kaki jenjang, dan lain-lain. Hal tersebut tergantung budaya yang dianut masing-masing daerah.
            Definisi tersebut tidak ada yang salah, jika memang menilai kecantikan dari segi fisik saja. Juga tidak ada yang salah dari keinginan seorang wanita jika ia ingin tampak cantik secara fisik. Karena biar bagaimana pun hal itu juga penting untuk menjaga kesan orang lain terhadap kita. Namun bagi saya, kecantikan tertinggi lahir dari hati. Seperti kata Cherrybelle “kamu cantik...cantik dari hatimu...(malah nyanyi). Hati yang bersih akan memancarkan aura kecantikan yang lebih sempurna dibanding tampilan fisik. Seorang wanita yang menjaga hatinya agar tetap bersih, akan tampak lebih anggun dan cantik. Liat saja, orang akan cenderung nyaman berdekatan dengan wanita yang fisiknya biasa saja tetapi ia memiliki hati yang baik. Tetapi orang akan menjauh dari seorang wanita yang sifatnya menyebalkan walaupun secara fisik ia terlihat cantik.
            Namun tidak boleh dilupakan juga untuk menjaga kecantikan fisik. Bayangkan saja jika seorang wanita baik hati, tapi ia jarang mandi dan kumal, pasti orang juga akan enggan berdekatan dengannya. Menjaga kecantikan fisik termasuk salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah S.W.T atas karuniaNya. Menjaga kecantikan fisik bisa dilakukan dengan banyak cara, contohnya selalu mencuci wajah (kalau untuk muslimah bisa dengan banyak berwudhu), membersihkan wajah dengan sabun pembersih wajah, menggunakan produk-produk perawatan kecantikan wajah, dan lain-lain. Kecanggihan teknologi semakin mempermudah wanita untuk menjaga kecantikan fisiknya.
            Namun yang paling sulit adalah mempercantik dan menjaga kecantikan hati. Karena hati manusia tidak pernah ada yang tau selain dirinya dan Allah S.W.T.  Tetapi bukan tidak mungkin untuk mempercantik hati. Mempercantik hati juga bisa dilakukan dengan banyak hal seperti ikhlas, selalu berpositive thinking agar hati selalu tenang, dan menjaga hati dari amarah dan dendam. Hal-hal tersebut dapat menjaga hati dari sesuatu yang dapat menodainya.
            Menjaga kecantikan hati sama dengan menjaga kecantikan fisik. Jika untuk kecantikan fisik kita rela membeli pembersih, pelembab, vitamin, dan berbagai hal yang dibutuhkan kulit kita, maka hati pun demikian. Hati perlu untuk selalu diberi makanan rohani. Misalnya banyak shalat, mengaji, berdzikir, mendengarkan pengajian, dan lain-lain. Jadi, bukan tidak mungkin kan untuk mempercantik hati??
So, ladies. Come on mempercantik fisik dan hati kita. Karena kecantikan sesungguhnya berasal dari hati. Make your beauty from the heart J
*buat pria yang baca, istilah cantik bisa diganti dengan tampan :D *

(Bukan tulisan ilmiah, hanya sekedar coret-coret aja...)